Halaman ini berisi beberapa opiniku.
Sebelumnya aku minta maaf bila ada pihak yang tersinggung dari tulisanku
karena tulisanku mungkin tergolong kasar dan memang bertujuan menyindir.
Opiniku ini adalah hasil dari pengalaman-pengalamanku selama ini,
jadi diantara para pembaca tulisan ini mungkin saja ada yang berpendapat
sama denganku. Aku menulis semua ini bertujuan meningkatkan kreatifitas
bangsa kita agar tidak menjadi bangsa pengekor, aku mohon kalian
bisa mengerti.
Ini adalah opiniku terhadap musik, khususnya musik-musik Indonesia.
Langsung saja, menurutmu tidakkah lirik dari lagu-lagu
band negara kita terdengar sangaaaat cengeng? Kalau
aku jawab YA! Bukan cuma cengeng, tapi juga menjijikkan dengan kata-kata
cinta yang terkesan omong kosong. Aku minta jangan membanding-bandingkan
dengan lagu-lagu negara lain. Cobalah berpikir dengan otak dan kata
hatimu.
Permasalahannya mengapa hampir semua band-band negara
kita lagunya lagu cengeng semua? Apa mereka tidak bisa mengarang
lagu dengan tema lain? Atau tidak berminat? Ataukah yang ada di
dalam otak mereka cuma pacaran saja? Yah, tentunya aku juga tidak
tahu jawabannya. Yang paling mengesalkan adalah penampilan band-band
itu. Mereka berpenampilan sok metal, punk, seolah mereka sudah membawa
musik paling keras sedunia, padahal lirik lagunya sangat menjijikkan.
Benernya nggak usah kok pake dandanan yang aneh-aneh gitu kalo emang
gak cocok. Benernya kemampuan instrumen dari band-band ini sudah
lumayan, masalahnya liriknya... Tapi aku juga tegaskan tidak semua
band-band kita seperti itu, aku cuma ingin sedikit menyindir pihak
yang bersangkutan saja.
Perlu kutekankan, aku berkata begini bukan karena
membenci lagu cinta. Aku juga cowok normal yang seneng sama lawan
jenisku kok. Kalo ada lagu cinta yang memang bermakna dalam dan
memiliki pesan yang baik aku juga senang mendengarnya. Yah, walaupun
sebenarnya aku tidak suka kata-kata seperti ini, tapi aku harus
mengatakannya. Cinta adalah sesuatu yang harus ada dalam kehidupan.
Kita tak mungkin hidup tanpa cinta dan kasih sayang. Mau nggak mau
kita harus mengakui hal ini, sebab kita tak akan lahir bila tak
ada cinta, haha. Pertanyaan lagi, apakah lagu-lagu cinta band Indonesia
sudah bermakna mendalam dan berpesan positif?
Dominan isi dari lagu-lagu band Indonesia berisi
tentang pacaran yang terkesan tidak serius. Mereka memuja-muja pacarnya
seolah dia dewa, mengaku-ngaku dirinya yang terbaik dan paling setia,
atau lagu cengeng bodoh karena diputusin pacar. Yah, aku bisa bilang
gitu mungkin karena aku belum minat pacaran, tapi kurasa semua tulisanku
tadi benar.
Bila aku mendengar kata “Aku hanya akan mencintaimu”
aku pasti naik darah. Kenapa? Karena kalimat ini bohong belaka.
Kalo orang bilang dia cuma cinta pada pacarnya saja, berarti dia
tidak cinta lagi pada orang tuanya, bangsanya, dan juga pada Pencipta
kita. Nah, bohongnya keliatan. Kalau ada orang yang benar-benar
cuma cinta pacarnya, itu lebih berengsek lagi. Berarti dia tidak
memperdulikan sekelilingnya. Bayangkan bagaimana kalau kamu punya
kenalan seperti itu. Kata cinta itu bermakna luas, jangan seenaknya
dipersempit makna yang mendalam ini.
Banyak kata-kata cinta yang bisa kita kenali, seperti
“aku akan lakukan apapun untukmu”, “aku akan selau
disisimu”, ataupun “Akulah pasangan terbaikmu”.
Jujur saja kata-kata itu semua omong kosong dan menjijikkan. Kata-kata
ini hanya untuk merayu lawan jenisnya dan tidak bersifat permanen.
Kalo ngomong nggak usah maksa sampai begitu. Pacarmu bukan dewan,
nggak usah dipuja terus! Jangan ngomong manis waktu nyari pacar
saja, padahal boong semua! Hentikan semua omong kosong ini!!
Sebenarnya banyak tema yang bisa kita angkat untuk
dijadikan sebuah lagu. Kita bisa melihatnya dari pengalaman kita
sehari-hari kan? Apa salahnya lagu kita bercerita tantang kehidupan,
mitos, ataupun politik. Musik bukanlah sekedar hiburan, melalui
musik kita bisa menyampaikan berbagai hal yang berguna. Musik juga
bisa menjadi sebuah pidato untuk mengajak masyarakat.
Banyak dari bangsa kita yang mencoba mengekori kesuksesan
negara lain dengan meniru ide produk luar negeri tersebut. Mungkin
musik Indonesia menjadi seperti ini juga karena penyakit mengekori
ini. Mereka cuma mau membuat lagu dengan tema yang sudah populer
dan enggan mencoba hal yang lain dari itu. Wajar juga soalnya kalo
kita menganut prinsip atau pendapat yang sedikit berbeda dengan
orang lain langsung kita dibilang aneh atau bodoh atau apalah. Para
ilmuan dahulu juga dibilang aneh saat mengungkap pendapat dan teorinya,
jadi untuk apa kita takut menganut prinsip yang berbeda?
Yah, ngomong (tepatnya ngetik) terlau panjang juga
aku tau kalau tak akan berpengaruh banyak untuk negara kita. Tapi
sebenarnya musik juga menjadi hak setiap orang, jadi mungkin aku
tidak berhak mengomentarinya. Walaupun begitu, minimal aku berharap
kalian yang membaca tulisan ini bisa memahami semua yang aku tulis.
Jika kalian tidak setuju terserah, tapi bila ada yang sependapat
aku sangat berterima kasih (^_^).
Sekali lagi aku mohon maaf bila ada kata-kata yang
menyinggung, aku senang ada yang bersedia membaca tulisanku.
Oh, ya! Ini ada sedikit PR buat kalian: “Apakah
kalian puas dengan sinetron Indonesia sekarang?”
hahaha. Kita bisa liat kan sinetron sekarang isinya penyiksaan melulu.
Kalo nggak penyiksaan paling filem horror bodoh yang cendrung memperlihatkan
kefanatikan pada salah satu agama. Jarang sekali aku bisa melihat
filem bagus sekarang ini. Dari pada nonton sinetron enaan aku nonton
Satria Baja Hitam toh! Aku serius kok. Yah, kalo
kalian mau tolong kirim jawaban dan pendapat kalian ke e-mailku
di moaixmoai@yahoo.com
.
Sekali lagi terimakasih kalian karena telah
membaca tulisanku. Aku menunggu mail dari kalian (^_^) Bye! (Moai)
|